PR GARUT — Gelombang pemekaran wilayah kembali menguat di Priangan Timur. Kali ini datang dari selatan Kabupaten Tasikmalaya. Sebanyak 95 desa dari 10 kecamatan resmi menyatakan kesiapan untuk membentuk Calon Daerah Otonomi Baru (CDOB) bernama Kabupaten Tasikmalaya Selatan, atau yang akrab disebut Tasela. Aspirasi ini bukan sekadar wacana, melainkan langkah konkret yang telah mengantongi restu dari DPRD dan Gubernur Jawa Barat sejak April 2022.
Luas wilayah yang diajukan mencapai lebih dari 112 ribu hektare, dengan jumlah penduduk sekitar 471 ribu jiwa. Daerah ini mencakup 10 kecamatan strategis, termasuk Cipatujah, Karangnunggal, dan Cikalong wilayah yang dikenal memiliki kekayaan sumber daya alam dari pesisir hingga perbukitan. Potensi hasil laut, hutan, tambang, hingga pertanian dan pariwisata menjadi modal utama bagi Tasela untuk berdiri sendiri.
Ketua DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Asep Sopari Al Ayubi, yang berasal dari wilayah tersebut, menyebut Tasela sebagai “harta karun pembangunan yang belum tergarap.” Ia menyoroti bagaimana kawasan ini selama ini hanya menjadi pelengkap dalam pembangunan kabupaten induk. “Jika kita berdiri sendiri, arah pembangunan bisa difokuskan untuk kesejahteraan warga lokal, bukan sekadar menunggu limpahan dari pusat kabupaten,” tegas Asep, yang digadang-gadang maju dalam Pilkada mendatang.
Dalam rencana jangka panjang, Tasela diarahkan menjadi kawasan wisata berbasis alam dan pertanian berkelanjutan. Pantai Cipatujah misalnya, diyakini dapat dikembangkan sebagai ikon ekowisata Jawa Barat. Sementara kecamatan seperti Bantarkalong dan Bojongasih disebut berpotensi menjadi lumbung pangan dan hortikultura jika infrastruktur pertanian diperkuat.
Namun, jalan menuju kabupaten baru ini belum sepenuhnya mulus. Meski telah disetujui di tingkat provinsi, pemerintah pusat masih memberlakukan moratorium pembentukan daerah otonomi baru (DOB) sejak 2014. Para tokoh lokal berharap jika kebijakan tersebut dilonggarkan, Tasela bisa masuk daftar prioritas nasional.
Dengan posisi geografis yang strategis di wilayah selatan Jawa Barat dan sumber daya melimpah, banyak pihak optimis Tasela akan menjadi contoh sukses kabupaten hasil pemekaran. Lebih dari sekadar pemisahan administratif, ini adalah tentang hak masyarakat untuk mendapatkan layanan yang layak dan pembangunan yang merata.
Kini, seluruh mata tertuju pada Jakarta. Akankah pemerintah pusat mengabulkan mimpi ribuan warga Tasikmalaya Selatan untuk berdiri sendiri dan membangun masa depan dari wilayah mereka sendiri? *
Trending








































Kolom Komentar